ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
Donation
Home Berita Samosir
Masyarakat Adat Menjawab Persoalan Sehari-hari

Pertemuan Komunitas Golat Simbolon

  • Oleh:
  • Divisi Studi dan Advokasi
  • •
  • 6 Juli 2024
Masyarakat Adat Menjawab Persoalan Sehari-hari
A A
— Dibaca normal 1 min read

Komunitas masyarakat adat Golat Simbolon berkumpul untuk menghidupkan kembali semangat perjuangannya.

Anggota komunitas berkumpul pada Sabtu, 6 Juli 2023 di Sopo Perjuangan yang mereka bangun bersama.

Di sini, mereka mendiskusikan banyak hal. Setelah berjuang lewat penguasaan tanah dan mendorong negara mengakui mereka sebagai subjek sah atas tanah adatnya, kini persoalan nyata dalam hidup sehari-hari kian dipandang penting untuk diatasi secara bersama.

Baca Juga

Whatsapp Image 2026 05 21 At 5 38 07 Pm

Embung Harapan Baru Menjawab Krisis Air untuk Pertanian

29 Mei 2026
Kunjungan Kpa

Serikat Tani Aceh Utara dan Serikat Tani Kabupaten Samosir Saling Belajar dan Menguatkan Perjuangan Agraria

20 Mei 2026

Di samping menempuh berbagai upaya pengakuan wilayah adatnya, komunitas Golat Simbolon sebagai petani juga secara aktif mendiskusikan berbagai persoalan yang mereka hadapi mulai dari berbagai serangan hama dan penyakit tumbuhan, pupuk yang langka, ditambah lagi ketidakpastian harga serta dampak krisis iklim yang mempengaruhi pertanian membuat petani semakin jauh dari harapan untuk sejahtera.

Persoalan tersebut, harus dijawab dengan kemandirian komunitas, guna menjegal dominasi pemilik modal besar yang kian hari menghimpit petani. Industrialisasi di tingkat desa adalah kunci kemandirian dan kedaulatan petani secara ekonomi.

Karena itulah, pembenahan komunitas secara organisatoris dilakukan, agar mampu menjawab persoalan nyata dalam keseharian anggota.

Komunitas Golat Simbolon sepakat bahwa mereka bukan sekadar kumpulan orang-orang yang ingin menguasai hamparan tanah. Lebih dari itu, mereka ingin komunitas bisa mengembangkan kemandirian mereka secara bersama-sama, dan saling bahu membahu membangun kesejahteraan kolektif.

Harapan mereka serupa, agar eratnya hubungan tetap terjaga, dan mereka bisa hidup sebagai komunitas yang tidak hanya memperjuangkan hal-hal tertentu, tetapi juga berjuang bersama setiap harinya.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Divisi Studi dan Advokasi
  • atau artikel terkait
  • Samosir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Sempadan Danau dan Politik Tata Ruang Danau Toba

Artikel Berikutnya

“Harusnya kami tak lagi berjuang”: Kisah Perempuan Batak yang Kembali Melawan Demi Tanah Adat

Home Berita Samosir
Masyarakat Adat Menjawab Persoalan Sehari-hari

Pertemuan Komunitas Golat Simbolon

  • Oleh:
  • Divisi Studi dan Advokasi
  • •
  • 6 Juli 2024
A A
— Dibaca normal 1 min read

Komunitas masyarakat adat Golat Simbolon berkumpul untuk menghidupkan kembali semangat perjuangannya.

Anggota komunitas berkumpul pada Sabtu, 6 Juli 2023 di Sopo Perjuangan yang mereka bangun bersama.

Di sini, mereka mendiskusikan banyak hal. Setelah berjuang lewat penguasaan tanah dan mendorong negara mengakui mereka sebagai subjek sah atas tanah adatnya, kini persoalan nyata dalam hidup sehari-hari kian dipandang penting untuk diatasi secara bersama.

Baca Juga

Whatsapp Image 2026 05 21 At 5 38 07 Pm

Embung Harapan Baru Menjawab Krisis Air untuk Pertanian

29 Mei 2026
Kunjungan Kpa

Serikat Tani Aceh Utara dan Serikat Tani Kabupaten Samosir Saling Belajar dan Menguatkan Perjuangan Agraria

20 Mei 2026

Di samping menempuh berbagai upaya pengakuan wilayah adatnya, komunitas Golat Simbolon sebagai petani juga secara aktif mendiskusikan berbagai persoalan yang mereka hadapi mulai dari berbagai serangan hama dan penyakit tumbuhan, pupuk yang langka, ditambah lagi ketidakpastian harga serta dampak krisis iklim yang mempengaruhi pertanian membuat petani semakin jauh dari harapan untuk sejahtera.

Persoalan tersebut, harus dijawab dengan kemandirian komunitas, guna menjegal dominasi pemilik modal besar yang kian hari menghimpit petani. Industrialisasi di tingkat desa adalah kunci kemandirian dan kedaulatan petani secara ekonomi.

Karena itulah, pembenahan komunitas secara organisatoris dilakukan, agar mampu menjawab persoalan nyata dalam keseharian anggota.

Komunitas Golat Simbolon sepakat bahwa mereka bukan sekadar kumpulan orang-orang yang ingin menguasai hamparan tanah. Lebih dari itu, mereka ingin komunitas bisa mengembangkan kemandirian mereka secara bersama-sama, dan saling bahu membahu membangun kesejahteraan kolektif.

Harapan mereka serupa, agar eratnya hubungan tetap terjaga, dan mereka bisa hidup sebagai komunitas yang tidak hanya memperjuangkan hal-hal tertentu, tetapi juga berjuang bersama setiap harinya.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Divisi Studi dan Advokasi
  • atau artikel terkait
  • Samosir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Sempadan Danau dan Politik Tata Ruang Danau Toba

Artikel Berikutnya

“Harusnya kami tak lagi berjuang”: Kisah Perempuan Batak yang Kembali Melawan Demi Tanah Adat

Related Articles

Related Articles

Bencana Ekologis di Sibolga dan Tapanuli Tengah: Aktivitas Ekstraktif Perusahaan-perusahaan sebagai Penyebab Utama

31 Juli 2026
Prakarsa Jan Jun

Menata Ulang Masa Depan: Harapan Rakyat Pasca TPL

7 Juli 2026
Hari Lingkungan Hidup

World Environment Day

11 Juni 2026
Whatsapp Image 2026 05 21 At 5 38 07 Pm

Embung Harapan Baru Menjawab Krisis Air untuk Pertanian

29 Mei 2026
Kunjungan Kpa

Serikat Tani Aceh Utara dan Serikat Tani Kabupaten Samosir Saling Belajar dan Menguatkan Perjuangan Agraria

20 Mei 2026
Stks1

STKS dan KSPPM Dorong DPRD Samosir Priritaskan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

15 Mei 2026

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube
© Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat - KSPPM. All Rights Reserved.
Home
Home
Buletin
Buletin
Channel
Channel
Explore
Explore
No Result
View All Result
en English id Indonesian
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa