Pangururan (16/06/2021) – Hari ini mendapat undangan dari Bapak Kadis Pertanian Kabupaten Samosir untuk menghadiri rapat posko yang dilaksanakan bersama dengan UPTD Wilayah 1 dan 2, Kasubag TU, seluruh PPL dan jajarannya.

Setiap bidang yang diwakili kepala bidangnya menyampaikan program yang telah terlaksana dan perencanaan program kedepannya. Lalu ada evaluasi tentang temuan-temuan dilapangan menyangkut pemenuhan pengadaan (bantuan) bagi pertanian, permasalahan pertanian dan pembentukan organisasi petani.

Mereka menyatakan kewalahan melakukan pendampingan karena kurangnya PPL yang hanya 43 orang untuk 134 Desa. Kemudian masih butuh peningkatan SDM bagi PPL.

KSPPM dan STKS (Serikat Tani Kabupaten Samosir) diminta untuk memaparkan konsep ideal pertanian, sinkronisasi organisasi petani dampingan PPL dan KSPPM dan tips bagaimana mempertahankan organisasi petani yang terus bertambah dan bertahan sehingga memiliki pemahaman dan tujuan bersama.

STKS memulai dari roh organisasi yaitu untuk merawat keutuhan ciptaan Tuhan dengan konsep pengembangan pertanian berkelanjutan, pertanian selaras alam, pengembangan ekonomi kreatif berbasis lokal dan pemenuhan hak ekosob (pertanian, pendidikan dan kesehatan).

Kami juga memaparkan tentang kegiatan yang dilakukan oleh setiap kelompok tani sehingga tidak fokus kepada bantuan saja seperti diskusi dan praktek PPA (pupuk pestisida alternatif, kompos, pembuatan EM 4, Ecoenzim, Trichoderma, pembibitan, CU, berlahan bersama, bubuk kopi dan lebah madu.

Selain itu ada pula diskusi tentang penguatan organisasi, diskusi Thematis tentang berbagai isu kebijakan misalnya dana desa, gender, UU Perlindungan dan pemberdayaan petani, UU Pokok Agraria dan lainnya.

Kemudian dilanjutkan konsep pertanian yang ideal dengan memiliki demplot komoditi unggulan yaitu bawang merah, bawang goreng, cabe, kopi dan padi. Lalu memiliki rumah kompos dan penangkar bibit, memiliki sistem pasar yang berpihak bagi petani dan Konsolidasi lahan pertanian.

Tips terakhir dari kami yaitu:

*Biarlah petani itu yang memiliki keinginan dan kesadaran untuk berkelompok

*PPL melakukan analisis kebutuhan

*mengurangi import dari produk pertanian unggulan di Samosir

* proses pembentukan kelompok hingga 6 bulan untuk menyatukan pemahaman kenapa penting berorganisasi

*live in di desa agar membangun ikatan emosional”Kelompok yang kuat adalah mereka yang kokoh pondasinya”Akhir kata:

#TUTUPTPL

#HidupPetani

Oleh: AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *