Perlindungan dan Pemberdayaan Petani: Upaya Memperlambat Kerusakan Lingkungan?
Sejak masuknya Industrialisasi di Kawasan Danau Toba di awal tahun 1990-an, diawali hadirnya industri Hutan Tanaman Industri (HTI), kita diperhadapkan...
Sejak masuknya Industrialisasi di Kawasan Danau Toba di awal tahun 1990-an, diawali hadirnya industri Hutan Tanaman Industri (HTI), kita diperhadapkan...
Modal menjadi masalah petani? CU solusinya! Pemerintah Indonesia semakin gencar memberikan beragam jenis bantuan seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Jaminan...
Dua tahun lalu. Tepatnya September 2022, Presiden Jokowi mengatakan “Mengantisipasi kondisi krisis pangan global akibat pandemi COVID-19 yang sudah berkali-kali...
Petani Tradisional, Petani Cerdas “Petani di Siria-Ria adalah petani tradisional”, jelas Pak J. Lumban Gaol, Kepala Desa Siria-Ria, pada saat...
Saya senang dan merasa beruntung ikut menghadiri “Pesta Syukuran” Masyarakat Adat Nagasaribu Onan Harbangan pada 30 Juli 2022 dan Masyarakat...
Pada Selasa, 11 Oktober 2022. Spanduk raksasa bertuliskan “North Sumatera Women Against Deforestation” terbentang di wilayah Adat Huta Napa, Kecamatan...
Pada Rabu, 5 Oktober 2022, para akademisi, aktivis, jurnalis, mahasiswa dan perwakilan ORNOP mendiskusikan buku “Nunga Leleng Hami Mian di...
Pada Selasa, 4 Oktober 2022. perjuangan masyarakat adat kembali dibicarakan di ruang akademik. Kali ini, KSPPM bekerjasama dengan Pascasarjana Ilmu...
Sikap ini disampaikan oleh bupati dalam sambutannya pada diskusi masyarakat adat yang dilakukan di kantor Bupati Kab. Toba pada Senin, 3...
Senin, 3 Oktober 2022. KSPPM bersama Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen Medan melaksanakan Diskusi Buku “Nunga Leleng Hami Mian di...
Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya
Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya