Di bawah Bayang-bayang Pariwisata
Janji pengembangan pariwisata bertaraf internasional seringkali bertolak belakang dengan realita yang dihadapi oleh masyarakat. Kendati pembangunan pariwisata mendapat kucuran anggaran...
Janji pengembangan pariwisata bertaraf internasional seringkali bertolak belakang dengan realita yang dihadapi oleh masyarakat. Kendati pembangunan pariwisata mendapat kucuran anggaran...
Pada Sabtu, 13 Agustus 2022, saya berkunjung ke salah satu Kelompok Tani (KT) yang didampingi oleh KSPPM, yaitu KT Serumpun...
Lumban Ina ina (13/09/2022). Konflik agraria di Indonesia, terutama di Sumatera Utara, banyak terjadi karena tumpang-tindih di dalam kebijakan Kawasan...
Pada Rabu, 31 Agustus 2022, komunitas Masyarakat Adat Siria-ria melaksanakan rapat umum di Kantor Desa Siria-ria bersama perwakilan dari Kantor...
Desa Sigapiton kembali ditimpa banjir dan longsor pada Sabtu, 27 Agustus 2022, sekitar pukul 21.00 WIB. Banjir dan longsor sudah...
Perempuan adalah pengatur perekonomian rumah tangga. Para bapak memberikan penghasilan kepada ibu, lalu para Ibu bertugas sebagai bendahara atau pengelola...
Aliansi Gerak TUTUP TPL memperingati hari kemerdekaan Indonesia dengan caranya sendiri, yakni berdiskusi dan menanam pohon. Kegiatan ini dilaksanakan di...
Sebagai negara agraris, Indonesia mestinya tidak perlu menghadapi masalah pangan. Tetapi nyatanya, pangan semakin menjadi sorotan setiap hari. Petani yang...
Sahala Pasaribu (32) adalah pemimpin organisasi perjuangan Masyarakat Adat Pomparan Ompu Nasomalomarhohos Pasaribu di Dusun IV Natinggir, Desa Simare, Kecamatan...
Hari raya Idul Adha bagi orang Muslim hampir sama sakralnya seperti Idul Fitri Ramadhan. Ciri khas dari Idul Adha adalah...
Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya
Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya