ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
Donation
Sekilas Cerita Buntu Mauli
  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 18 Desember 2020
Sekilas Cerita Buntu Mauli
Reading Time: 2 mins read
A A

Baca Juga

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

Desa Buntu Mauli terletak di Kecamatan Sitio-Tio Kabupaten Samosir. Desa ini merupakan desa yang berada dibagian Pulau Sumatera. Untuk menuju ke desa bisa dengan menggunakan jalur darat melalui Harian dan  bisa melalui jalur kapal dari Desa Simbolon Purba. Desa Buntu Mauli memiliki luas wilayah 5,50 Km kuadrat dengan pembagian wilayah berdasarkan Gorat Huta yang  dibagi menjadi 11 yaitu: Tuko 1, Tuko 2/Situkko, Huta Gurgur, Ransang Bosi Tonga, Lumban Binanga, Dolok Martahan, Sosor Pasir, Dolok Nauli, Sitanggo-Tanggo, Huta Godang, Sitonggi-Tonggi.  Marga pertama yang datang ke desa yaitu Sinaga dan Situmorang yang datang dari Urat.  Di desa masih ada raja bius yang memiliki peran yaitu melakukan martonggo raja yang gunanya untuk meresmikan, membuka dan menutup acara. Raja bius ditentukan melalui siapa yang mau tinggal di desa dan ada kesepakatan bersama dari tokoh-tokoh masyarakat di desa.

Desa buntu Mauli memiliki jumlah penduduk lebih kurang 184 KK  dengan 689 jiwa. Mata pencarian utama mereka yaitu sebagai petani dengan komuditi dari kopi, bawang, jagung dan cabai. Terkadang mereka juga menjadi nelayan Lobster dan ikan sebagai pemasukan tambahan. Untuk padi, mereka tidak menanamnya karena kondisi tanah yang berbatu. Untuk lahan pertanian, masyarakat menanam di setiap kaki gunung agar dekat dari mata air. Air yang mereka gunakan pun dipakai secara bergantian dengan memasang selang sampai ke rumah. Diatas gunung terdapat 3 bak besar yang dialirkan dari 3 bagian yang berbeda untuk air di rumah dan untuk lahan pertanian. Masyarakat di desa memiliki kreativitas dimana mereka bisa membuat piur-piur air yang berputar sehingga pertanian bisa mendapatkan air yang cukup dan merata, alat tersebut bisa dipindah-pindahkan sehingga mereka tidak capek untuk menyemprotnya. Jika air  kurang, sebagian masyarakat memiliki pompa air untuk menarik air dari Danau Toba. Untuk urusan air, mereka tidak pernah kekurangan seperti daerah Samosir lainnya yang harus bersusah payah untuk mendapatkan air.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • Berita, Samosir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Visit of The Social Forestry Agency and Environmental Partnership ( Badan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan / BPSKL ) to Huta Aek Napa

Artikel Berikutnya

Serikat Tani Mendukung Gerakan Masyarakat Adat Pomparan Op. Raja Nasomalo Marhohos, Natinggir

Sekilas Cerita Buntu Mauli
  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 18 Desember 2020
Reading Time: 2 mins read
A A

Baca Juga

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

Desa Buntu Mauli terletak di Kecamatan Sitio-Tio Kabupaten Samosir. Desa ini merupakan desa yang berada dibagian Pulau Sumatera. Untuk menuju ke desa bisa dengan menggunakan jalur darat melalui Harian dan  bisa melalui jalur kapal dari Desa Simbolon Purba. Desa Buntu Mauli memiliki luas wilayah 5,50 Km kuadrat dengan pembagian wilayah berdasarkan Gorat Huta yang  dibagi menjadi 11 yaitu: Tuko 1, Tuko 2/Situkko, Huta Gurgur, Ransang Bosi Tonga, Lumban Binanga, Dolok Martahan, Sosor Pasir, Dolok Nauli, Sitanggo-Tanggo, Huta Godang, Sitonggi-Tonggi.  Marga pertama yang datang ke desa yaitu Sinaga dan Situmorang yang datang dari Urat.  Di desa masih ada raja bius yang memiliki peran yaitu melakukan martonggo raja yang gunanya untuk meresmikan, membuka dan menutup acara. Raja bius ditentukan melalui siapa yang mau tinggal di desa dan ada kesepakatan bersama dari tokoh-tokoh masyarakat di desa.

Desa buntu Mauli memiliki jumlah penduduk lebih kurang 184 KK  dengan 689 jiwa. Mata pencarian utama mereka yaitu sebagai petani dengan komuditi dari kopi, bawang, jagung dan cabai. Terkadang mereka juga menjadi nelayan Lobster dan ikan sebagai pemasukan tambahan. Untuk padi, mereka tidak menanamnya karena kondisi tanah yang berbatu. Untuk lahan pertanian, masyarakat menanam di setiap kaki gunung agar dekat dari mata air. Air yang mereka gunakan pun dipakai secara bergantian dengan memasang selang sampai ke rumah. Diatas gunung terdapat 3 bak besar yang dialirkan dari 3 bagian yang berbeda untuk air di rumah dan untuk lahan pertanian. Masyarakat di desa memiliki kreativitas dimana mereka bisa membuat piur-piur air yang berputar sehingga pertanian bisa mendapatkan air yang cukup dan merata, alat tersebut bisa dipindah-pindahkan sehingga mereka tidak capek untuk menyemprotnya. Jika air  kurang, sebagian masyarakat memiliki pompa air untuk menarik air dari Danau Toba. Untuk urusan air, mereka tidak pernah kekurangan seperti daerah Samosir lainnya yang harus bersusah payah untuk mendapatkan air.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • Berita, Samosir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Visit of The Social Forestry Agency and Environmental Partnership ( Badan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan / BPSKL ) to Huta Aek Napa

Artikel Berikutnya

Serikat Tani Mendukung Gerakan Masyarakat Adat Pomparan Op. Raja Nasomalo Marhohos, Natinggir

Related Articles

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

2 Februari 2026
Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

22 Januari 2026

Jejak PT Toba Pulp Lestari di Balik Bencana Ekologi Sumatera, Desak Pemerintah Segera Cabut Izin PBPH

22 Desember 2025
Jejak TPL dalam Bencana Ekologis Sumatera Utara

Jejak TPL dalam Bencana Ekologis Sumatera Utara

5 Desember 2025

Curah Izin dan Konsesi untuk Perkebunan, Tambang dan Hutan Tanaman Industri, Sumatra Darurat Agraria dan Ekologis

3 Desember 2025
Hutan Habis, Bencana Datang: Tragedi Ekologis Terburuk dalam 35 Tahun Terakhir

Hutan Habis, Bencana Datang: Tragedi Ekologis Terburuk dalam 35 Tahun Terakhir

28 November 2025

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube
© Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat - KSPPM. All Rights Reserved.
Home
Home
Buletin
Buletin
Channel
Channel
Explore
Explore
No Result
View All Result
en English id Indonesian
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa