ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
Donation
Home Berita

Sekilas Cerita Buntu Mauli

Tim KSPPM Tim KSPPM
18 Desember 2020
— Berita, Samosir
— Dibaca normal 2 menit
A A
Sekilas Cerita Buntu Mauli

Baca Juga

Hari Lingkungan Hidup

World Entivontment Day

11 Juni 2026
Whatsapp Image 2026 05 21 At 5 38 07 Pm

Embung Harapan Baru Menjawab Krisis Air untuk Pertanian

29 Mei 2026

Desa Buntu Mauli terletak di Kecamatan Sitio-Tio Kabupaten Samosir. Desa ini merupakan desa yang berada dibagian Pulau Sumatera. Untuk menuju ke desa bisa dengan menggunakan jalur darat melalui Harian dan  bisa melalui jalur kapal dari Desa Simbolon Purba. Desa Buntu Mauli memiliki luas wilayah 5,50 Km kuadrat dengan pembagian wilayah berdasarkan Gorat Huta yang  dibagi menjadi 11 yaitu: Tuko 1, Tuko 2/Situkko, Huta Gurgur, Ransang Bosi Tonga, Lumban Binanga, Dolok Martahan, Sosor Pasir, Dolok Nauli, Sitanggo-Tanggo, Huta Godang, Sitonggi-Tonggi.  Marga pertama yang datang ke desa yaitu Sinaga dan Situmorang yang datang dari Urat.  Di desa masih ada raja bius yang memiliki peran yaitu melakukan martonggo raja yang gunanya untuk meresmikan, membuka dan menutup acara. Raja bius ditentukan melalui siapa yang mau tinggal di desa dan ada kesepakatan bersama dari tokoh-tokoh masyarakat di desa.

Desa buntu Mauli memiliki jumlah penduduk lebih kurang 184 KK  dengan 689 jiwa. Mata pencarian utama mereka yaitu sebagai petani dengan komuditi dari kopi, bawang, jagung dan cabai. Terkadang mereka juga menjadi nelayan Lobster dan ikan sebagai pemasukan tambahan. Untuk padi, mereka tidak menanamnya karena kondisi tanah yang berbatu. Untuk lahan pertanian, masyarakat menanam di setiap kaki gunung agar dekat dari mata air. Air yang mereka gunakan pun dipakai secara bergantian dengan memasang selang sampai ke rumah. Diatas gunung terdapat 3 bak besar yang dialirkan dari 3 bagian yang berbeda untuk air di rumah dan untuk lahan pertanian. Masyarakat di desa memiliki kreativitas dimana mereka bisa membuat piur-piur air yang berputar sehingga pertanian bisa mendapatkan air yang cukup dan merata, alat tersebut bisa dipindah-pindahkan sehingga mereka tidak capek untuk menyemprotnya. Jika air  kurang, sebagian masyarakat memiliki pompa air untuk menarik air dari Danau Toba. Untuk urusan air, mereka tidak pernah kekurangan seperti daerah Samosir lainnya yang harus bersusah payah untuk mendapatkan air.

Artikel Sebelumnya

Visit of The Social Forestry Agency and Environmental Partnership ( Badan Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan / BPSKL ) to Huta Aek Napa

Artikel Berikutnya

Serikat Tani Mendukung Gerakan Masyarakat Adat Pomparan Op. Raja Nasomalo Marhohos, Natinggir

Related Articles

Hari Lingkungan Hidup

World Entivontment Day

11 Juni 2026
Whatsapp Image 2026 05 21 At 5 38 07 Pm

Embung Harapan Baru Menjawab Krisis Air untuk Pertanian

29 Mei 2026
Kunjungan Kpa

Serikat Tani Aceh Utara dan Serikat Tani Kabupaten Samosir Saling Belajar dan Menguatkan Perjuangan Agraria

20 Mei 2026
Stks1

STKS dan KSPPM Dorong DPRD Samosir Priritaskan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

15 Mei 2026
RRR_3960

Ensuring Indigenous Voices

11 Mei 2026
Earth Day Celebration

Earth Day Celebration

27 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube
© Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat - KSPPM. All Rights Reserved.
Home
Home
Buletin
Buletin
Channel
Channel
Explore
Explore
No Result
View All Result
en English id Indonesian
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa