LANDBACK: NATINGGIR
Sebuah video singkat Perjuangan Masyarakat Adat Natinggir menghadapi Perusahaan PT Toba Pulp Lestari https://youtu.be/ioqHggdeHZQ
Read morePada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia. Awalnya, kami mendirikan KSPH (Kelompok Studi Penyadaran Hukum), sebagai lembaga yang menyediakan pedidikan hukum kepada masyarakat, dan menguatkan mereka untuk memperjuangkan adanya kebijakan yang pro terhadap hak-hak rakyat, menghormati hak asasi manusia, khususnya hak-hak atas tanah adat.
Sebuah video singkat Perjuangan Masyarakat Adat Natinggir menghadapi Perusahaan PT Toba Pulp Lestari https://youtu.be/ioqHggdeHZQ
Read moreParapat, 21 Juli 2022. Women 20 atau yang lebih dikenal sebagai W20 tengah melakukan sebuah pertemuan puncak pada 19-21 Juli...
Read moreParapat, 20 Juli 2022. Sebuah banner raksasa bertuliskan “Perempuan Sumatera Utara Lawan Deforestasi” terapung di atas danau Toba. Banner tersebut...
Read moreBNI, CIMB, dan ICBC, mendapatkan reputasi bank paling buruk sedangkan merek Procter &Gamble, Mondelēz, dan Nissin Foods masih tertinggal dari...
Read moreBNI, CIMB, and ICBC, get the worst bank reputation while Procter & Gamble, Mondelēz, and Nissin Foods brands still lag...
Read morePada hari kedua Festival Bumi dan Manusia di Desa Huta Ginjang (Jumat, 20/5/2022), komunitas Masyarakat Adat (MA) diberi kesempatan berbagi...
Read moreOn the second day of the Earth and People Festival (Festival Bumi dan Manusia ) at Huta Ginjang (Friday, 20/5/2022),...
Read more"People's self-reliance (standing on their own feet) is an important ideal of Bung Karno in the struggle for independence," said...
Read more“Rakyat berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) adalah cita-cita penting Bung Karno dalam perjuangan kemerdekaan”, Kata Nikson Nababan, Bupati Kabupaten...
Read moreJumat, 20 Mei 2022. “Tano Batak ini pasti akan jauh lebih baik kalau dibangun di atas kedaulatan adat Batak” tegas...
Read more
Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya
Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya