ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
Donation
Immediately Protect Pargamanan Bintang Maria Benzoin Forest in Humbahas
  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 10 Maret 2022
Hutan Adat Pargamanan-Bintang Maria
Reading Time: 1 mins read
A A

Baca Juga

Boom-Bust-Quit: How The State Ripped Sianjur Mula-mula Off With Tourism

Smart Agriculture Development in Siria-Ria, Addressing What Issues?

For decades, the Pargamanan-Bintang Maria Batak Peoples in Humbang Hasundutan have lived side by side with the forest. Forests are a source of water, livelihoods, sources of medicinal plants and benzoin forests.But everything changed, when PT. TPL started to plant industrial pulp on the community’s land. Now the ecosystem is damaged, floods have come and the Batak people have lost their land. In fact, for the Batak people, land is an identity. And President Joko Widodo himself said that the involvement of indigenous peoples is important in overcoming climate change in his speech at COP21 Paris. That’s why Rajes Sitanggang and the Indigenous Peoples of Pargamanan-Bintang Maria made a petition to the Minister of KLHK Siti Nurbaya Bakar to recognize the Pargamanan-Bintang Maria forest as customary forest, so that forest areas can be returned to indigenous peoples.You can help support it by signing the petition at change.org/selamatkanhutanpargamanan

#SelamatkanHutanPargamanan
#SaveTombakHaminjon
#SaveBenzoinForests
#SaveHutanKemenyan
#SaveTanoBatak

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Hutan Adat Pargamanan-Bintang Maria

Artikel Berikutnya

Sigapiton Village’s Paddy Fields and Main Road Hit by Landslide from The Caldera Toba Nomadic Escape

Immediately Protect Pargamanan Bintang Maria Benzoin Forest in Humbahas
  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 10 Maret 2022
Reading Time: 1 mins read
A A

Baca Juga

Boom-Bust-Quit: How The State Ripped Sianjur Mula-mula Off With Tourism

Smart Agriculture Development in Siria-Ria, Addressing What Issues?

For decades, the Pargamanan-Bintang Maria Batak Peoples in Humbang Hasundutan have lived side by side with the forest. Forests are a source of water, livelihoods, sources of medicinal plants and benzoin forests.But everything changed, when PT. TPL started to plant industrial pulp on the community’s land. Now the ecosystem is damaged, floods have come and the Batak people have lost their land. In fact, for the Batak people, land is an identity. And President Joko Widodo himself said that the involvement of indigenous peoples is important in overcoming climate change in his speech at COP21 Paris. That’s why Rajes Sitanggang and the Indigenous Peoples of Pargamanan-Bintang Maria made a petition to the Minister of KLHK Siti Nurbaya Bakar to recognize the Pargamanan-Bintang Maria forest as customary forest, so that forest areas can be returned to indigenous peoples.You can help support it by signing the petition at change.org/selamatkanhutanpargamanan

#SelamatkanHutanPargamanan
#SaveTombakHaminjon
#SaveBenzoinForests
#SaveHutanKemenyan
#SaveTanoBatak

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • News

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Hutan Adat Pargamanan-Bintang Maria

Artikel Berikutnya

Sigapiton Village’s Paddy Fields and Main Road Hit by Landslide from The Caldera Toba Nomadic Escape

Related Articles

Merampas, Menyingkirkan, Menelantarkan: Sianjur Mula-mula di Tangan Negara

Boom-Bust-Quit: How The State Ripped Sianjur Mula-mula Off With Tourism

17 Maret 2024
Pengembangan Smart Agriculture di Siria-Ria, Menjawab Persoalan Apa?

Smart Agriculture Development in Siria-Ria, Addressing What Issues?

8 Februari 2023
Petani dan Masyarakat Adat di Tano Batak Menyambut Hari Pangan: Hak Atas Tanah Untuk Pangan Yang Berdaulat

Farmers and Indigenous Peoples in Tano Batak Celebrate Food Day: Land Rights for Sovereign Food

12 Oktober 2022
Advokasi untuk Keadilan bagi Masyarakat Adat

Advocacy for Justice for Indigenous Peoples

5 Oktober 2022
Takut Tersandung Hukum, Bupati Kab. Toba Tidak Mengakui Keberadaan Masyarakat Hukum Adat

Fear of Legal Liability, Regent of Toba Regency Does Not Recognize the Existence of Customary Law Communities

4 Oktober 2022
Seri Diskusi Buku di UHN Medan : Nunga Leleng Hami Mian di Son; Perjuangan Panjang Masyarakat Adat Mendapatkan Pengakuan Negara

Book Discussion Series at UHN Medan: Nunga Leleng Hami Mian di Son; Indigenous Peoples’ Long Struggle for State Recognition

4 Oktober 2022

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube
© Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat - KSPPM. All Rights Reserved.
Home
Home
Buletin
Buletin
Channel
Channel
Explore
Explore
No Result
View All Result
en English id Indonesian
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa