ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
Donation
  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 19 November 0202
Reading Time: 2 mins read
A A

Jumat,19 November 2021, bertempat di gedung PGI Jakarta, UEM Bersama JKLPK melakukan diskusi tentang Penegakan Hak Asasi Manusia dalam rangka Launching Kampanye HAM 2022, melawan diskriminasi dan eksklusi dan nonton bareng film “Singkam Mabarbar”.

Hadir dalam acara ini, Prof Musda Mulia, Ketua Umum Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia, Usman Hamid, Direktur Amnesty Internasional, Pdt Gabe kepala Biro III Gereja Kristen Protestan Angkola, Indiran Simbolon, Pengurus KSPPM dan Komunitas Masyarakat Adat dari Tano Batak.

Prof. Musda Mulia, menyampaikan agar kita bisa memberikan empati bagi teman teman yang mengalami diskriminasi. Senada dengan itu, Pdt Gabe kepala Biro III Gereja Kristen Protestan Angkola, juga menyampaikan bahwa tugas universal gereja menghadirkan syalom Allah di tengah tengah dunia, sehingga kasih kepada Allah dinyatakan dengan kasih kepada manusia. Dalam konteks gereja, dokumen gereja tentang HAM itu sangat jelas, PGI bersama gereja didorong untuk menegakkan HAM karena kita adalah gambar Allah.

Baca Juga

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

Sementara itu, Usman Hamid, berbicara soal kondisi penegakan HAM di tengah dunia sedang menghadapi kesenjangan sosial ekonomi, akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Bukan hanya itu, saat ini kebebasan sipil untuk berorganisasi juga mengalami kemunduran karena banyak nya peraturan dan penegakan hukum yang bersifat represif. Akibatnya, banyak kita temukan kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan dan sumber daya alam, tambah Usman.

Indira Simbolon, sebagai pemantik diskusi dan Nobar Film Singkam Mabarbar, menyampaikan kehadiran PT TPL ke Tanah Batak telah melanggar hak hak masyarakat adat. Saya setelah menonton film ini, terharu, sedih, dan marah. Film ini menggambarkan begitu banyak penderitaan dan penindasan yang dialami masyarakat.

Masih menurut Indira, film ini membuka mata kita, bahwa tanah adalah jati diri, harga diri, sumber hidup, masa depan, keterjaminan bagi generasi berikut nya. Saran saya, kedepan harus lebih banyak lagi dokumentasi agar orang tidak lupa akan perjuangan nya.

Menurut Pdt Lokra , yang ikut sebagai pemantik dalam nobar Film singkam Mabarbar, menyampaikan, film ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan rumah PGI untuk memperjuangkan hak atas tanah masih banyak. Oleh sebab itu, tugas kita kedepan adalah memperkuat solidaritas, sembari terus mengkampanyekan agar prmerintah segera menutup TPL.

Dipenghujung acara, Masyarakat adat dari Tano Batak berharap agar gereja membantu perjuangan masyarakat.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • Berita, Wilayah Lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Berikutnya

Partisipasi Masyarakat Desa Membangun

  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 19 November 0202
Reading Time: 2 mins read
A A

Jumat,19 November 2021, bertempat di gedung PGI Jakarta, UEM Bersama JKLPK melakukan diskusi tentang Penegakan Hak Asasi Manusia dalam rangka Launching Kampanye HAM 2022, melawan diskriminasi dan eksklusi dan nonton bareng film “Singkam Mabarbar”.

Hadir dalam acara ini, Prof Musda Mulia, Ketua Umum Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia, Usman Hamid, Direktur Amnesty Internasional, Pdt Gabe kepala Biro III Gereja Kristen Protestan Angkola, Indiran Simbolon, Pengurus KSPPM dan Komunitas Masyarakat Adat dari Tano Batak.

Prof. Musda Mulia, menyampaikan agar kita bisa memberikan empati bagi teman teman yang mengalami diskriminasi. Senada dengan itu, Pdt Gabe kepala Biro III Gereja Kristen Protestan Angkola, juga menyampaikan bahwa tugas universal gereja menghadirkan syalom Allah di tengah tengah dunia, sehingga kasih kepada Allah dinyatakan dengan kasih kepada manusia. Dalam konteks gereja, dokumen gereja tentang HAM itu sangat jelas, PGI bersama gereja didorong untuk menegakkan HAM karena kita adalah gambar Allah.

Baca Juga

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

Sementara itu, Usman Hamid, berbicara soal kondisi penegakan HAM di tengah dunia sedang menghadapi kesenjangan sosial ekonomi, akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan. Bukan hanya itu, saat ini kebebasan sipil untuk berorganisasi juga mengalami kemunduran karena banyak nya peraturan dan penegakan hukum yang bersifat represif. Akibatnya, banyak kita temukan kriminalisasi terhadap pejuang lingkungan dan sumber daya alam, tambah Usman.

Indira Simbolon, sebagai pemantik diskusi dan Nobar Film Singkam Mabarbar, menyampaikan kehadiran PT TPL ke Tanah Batak telah melanggar hak hak masyarakat adat. Saya setelah menonton film ini, terharu, sedih, dan marah. Film ini menggambarkan begitu banyak penderitaan dan penindasan yang dialami masyarakat.

Masih menurut Indira, film ini membuka mata kita, bahwa tanah adalah jati diri, harga diri, sumber hidup, masa depan, keterjaminan bagi generasi berikut nya. Saran saya, kedepan harus lebih banyak lagi dokumentasi agar orang tidak lupa akan perjuangan nya.

Menurut Pdt Lokra , yang ikut sebagai pemantik dalam nobar Film singkam Mabarbar, menyampaikan, film ini mengingatkan kita bahwa pekerjaan rumah PGI untuk memperjuangkan hak atas tanah masih banyak. Oleh sebab itu, tugas kita kedepan adalah memperkuat solidaritas, sembari terus mengkampanyekan agar prmerintah segera menutup TPL.

Dipenghujung acara, Masyarakat adat dari Tano Batak berharap agar gereja membantu perjuangan masyarakat.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • Berita, Wilayah Lainnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Berikutnya

Partisipasi Masyarakat Desa Membangun

Related Articles

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

2 Februari 2026
Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

22 Januari 2026

Jejak PT Toba Pulp Lestari di Balik Bencana Ekologi Sumatera, Desak Pemerintah Segera Cabut Izin PBPH

22 Desember 2025
Jejak TPL dalam Bencana Ekologis Sumatera Utara

Jejak TPL dalam Bencana Ekologis Sumatera Utara

5 Desember 2025

Curah Izin dan Konsesi untuk Perkebunan, Tambang dan Hutan Tanaman Industri, Sumatra Darurat Agraria dan Ekologis

3 Desember 2025
Hutan Habis, Bencana Datang: Tragedi Ekologis Terburuk dalam 35 Tahun Terakhir

Hutan Habis, Bencana Datang: Tragedi Ekologis Terburuk dalam 35 Tahun Terakhir

28 November 2025

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube
© Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat - KSPPM. All Rights Reserved.
Home
Home
Buletin
Buletin
Channel
Channel
Explore
Explore
No Result
View All Result
en English id Indonesian
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa