ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa
Donation
No Result
View All Result
en English id Indonesian
ksppm
Donation
MEMASUKI ERA NORMAL BARU, INTIMIDASI TERHADAP MASYARAKAT ADAT TETAP TERJADI
  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 18 Desember 2020
Reading Time: 1 mins read
A A

Baca Juga

Menata Ulang Wilayah Eks PBPH PT TPL: Agenda Reforma Agraria, Pemulihan Ekologis dan Pengakuan Masyarakat Adat

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Tiga bulan sejak Maret 2020, adalah masa sulit penuh tantangan akibat pandemik covid-19 yang mewabah hampir di seluruh negara, tidak terkecuali Indonesia. Wabah ini tidak hanya menyerang Kesehatan manusia, namun juga berdampak terhadap aspek ekonomi. Ruang gerak semua manusia dibatasi untuk mencegah penularan virus tersebut. Tidak ingin tertular dan menularkan ke orang lain, masa-masa sulit ini dimanfaatkan oleh masyarakat adat Golat Simbolon untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.

Hampir tiga bulan ini mereka tinggal di ladang atau yang biasa mereka sebut dengan nama tombak untuk memperkuat pondasi pangan mereka. Selain menanami kopi, mereka juga menanam jagung dan ubi-ubian. Namun sangat disayangkan, di masa konsentrasi mereka bertahan hidup di masa pandemic covid-19, mereka justru diintimidasi instansi kehutanan.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • Berita, Samosir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Serikat Tani Mendukung Gerakan Masyarakat Adat Pomparan Op. Raja Nasomalo Marhohos, Natinggir

Artikel Berikutnya

Entering New Normal Era’s, The Indigenous People Intimidation Still Occour

MEMASUKI ERA NORMAL BARU, INTIMIDASI TERHADAP MASYARAKAT ADAT TETAP TERJADI
  • Oleh:
  • Tim KSPPM
  • •
  • 18 Desember 2020
Reading Time: 1 mins read
A A

Baca Juga

Menata Ulang Wilayah Eks PBPH PT TPL: Agenda Reforma Agraria, Pemulihan Ekologis dan Pengakuan Masyarakat Adat

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Tiga bulan sejak Maret 2020, adalah masa sulit penuh tantangan akibat pandemik covid-19 yang mewabah hampir di seluruh negara, tidak terkecuali Indonesia. Wabah ini tidak hanya menyerang Kesehatan manusia, namun juga berdampak terhadap aspek ekonomi. Ruang gerak semua manusia dibatasi untuk mencegah penularan virus tersebut. Tidak ingin tertular dan menularkan ke orang lain, masa-masa sulit ini dimanfaatkan oleh masyarakat adat Golat Simbolon untuk mengembangkan usaha pertanian mereka.

Hampir tiga bulan ini mereka tinggal di ladang atau yang biasa mereka sebut dengan nama tombak untuk memperkuat pondasi pangan mereka. Selain menanami kopi, mereka juga menanam jagung dan ubi-ubian. Namun sangat disayangkan, di masa konsentrasi mereka bertahan hidup di masa pandemic covid-19, mereka justru diintimidasi instansi kehutanan.

  • Baca juga tulisan menarik lainnya dari
  • Tim KSPPM
  • atau artikel terkait
  • Berita, Samosir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Sebelumnya

Serikat Tani Mendukung Gerakan Masyarakat Adat Pomparan Op. Raja Nasomalo Marhohos, Natinggir

Artikel Berikutnya

Entering New Normal Era’s, The Indigenous People Intimidation Still Occour

Related Articles

Menata Ulang Wilayah Eks PBPH PT TPL: Agenda Reforma Agraria, Pemulihan Ekologis dan Pengakuan Masyarakat Adat

Menata Ulang Wilayah Eks PBPH PT TPL: Agenda Reforma Agraria, Pemulihan Ekologis dan Pengakuan Masyarakat Adat

4 Maret 2026
Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

Krisis Air Bersih di Tengah Kelimpahan Danau Toba

2 Februari 2026

Pencabutan Izin TPL dan Arah Reforma Agraria di Tano Batak

22 Januari 2026

Jejak PT Toba Pulp Lestari di Balik Bencana Ekologi Sumatera, Desak Pemerintah Segera Cabut Izin PBPH

22 Desember 2025
Jejak TPL dalam Bencana Ekologis Sumatera Utara

Jejak TPL dalam Bencana Ekologis Sumatera Utara

5 Desember 2025

Curah Izin dan Konsesi untuk Perkebunan, Tambang dan Hutan Tanaman Industri, Sumatra Darurat Agraria dan Ekologis

3 Desember 2025

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube

Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat. Pada tahun 1984, pendahulu kami sangat prihatin dan peduli terhadap realitas kemiskinan, pelanggaran dan kekerasan terhadap hak asasi manusia, serta dampak buruk yang ditimbulkan pembangunan di Indonesia…Selengkapnya 

  • Girsang 1, Kec. Girsang Sipangan Bolon, Kab. Simalungun - Parapat, Sumatera Utara 21174
  • pksppm@yahoo.com
  • +0625 42393
Facebook Instagram X-twitter Youtube
© Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat - KSPPM. All Rights Reserved.
Home
Home
Buletin
Buletin
Channel
Channel
Explore
Explore
No Result
View All Result
en English id Indonesian
  • Beranda
  • Profile
    • Visi dan Misi
    • Profil KSPPM
    • Tentang KSPPM
    • Struktur Organisasi
    • Pelaksana Program
    • Staff
    • Badan Pendiri
  • Berita
    • Samosir
    • Toba
    • Tapanuli Utara
    • Humbahas
    • Liputan Media
    • Wilayah Lainnya
  • Buletin Prakarsa